Aku berjumpa
dengan persahabatan yang tulus
dibalut kasih yang mendalam.
Ia seorang akademisi
yang baru-baru ini
ditinggalkan oleh Lexy,
seeokor anjing peliharaan,
sosok sahabat yang selalu setia
menunggunya pulang ke rumah.
Puluhan bahkan ratusan poster
sudah disebarkannya di hampir
setiap sudut kota ini,
siang dan malam.
Doanya juga tak berhenti agar
Lexy bisa
kembali,
atau bahagia bersama
dia yang merawatnya
saat ini.
“Sahabat
pasti kan datang
dikala sedih dan senang.
Sahabat pasti takkan pergi
menemani disepanjang hariku.”[1]
dikala sedih dan senang.
Sahabat pasti takkan pergi
menemani disepanjang hariku.”[1]
Aku menjadi teringat
sosok sahabat
yang lahir di Betlehem.
Ia sangat mengasihiku,
kamu, dan kita semua
karena:
“Tidak
ada kasih yang lebih besar
Daripada
kasih seorang
Yang
memberikan nyawanya
Untuk
sahabat-sahabatnya.” [2]
No comments:
Post a Comment